Jumat, 13 Januari 2017

Lava Tour Merapi: Sisa Bencana jadi Tempat Wisata (Bagian Pertama)

Sempat berlibur ke Jogja pada Desember lalu membuatku percaya dengan slogan Jogja Istimewa. Dalam satu hari, empat sampai lima tempat wisata kudatangi. Namun, 4 hari tidak cukup untuk menjelajahi Jogja. Wisata iconic seperti Malioboro, Tugu Jogja, Monumen Jogja Kembali, dan Alun-alun Kidul kusambangi. Tak lupa mendatangi tempat wisata yang tidak bisa kutemui di kota lain seperti Jogja Bay, Tebing Breksi, Up and Down, Lava Tour Merapi, dan Rumah Kamera. Demi mengikuti jejak Cinta AADC 2, Candi Ratu Boko dan Gereja Ayam kutelusuri. Tak kalah menggoda, Bakmi Kadin, Abhaya Giri, hingga Jadah Tempe kucicipi.

Mengikuti Lava Tour Merapi merupakan hal paling berkesan dari liburan kemarin. Menggunakan Jeep, Lava Tour Merapi mengajak wisatawan untuk melihat sisa-sisa erupsi Merapi pada tahun 2010. Selama perjalanan ada guide merangkap pengemudi jeep yang siap menemani.

Jeep mulai melaju, jalanan aspal mulai berganti dengan tanah dan bebatuan. Pohon-pohon tinggi berada di kanan kiri. Kata guide yang menemani, dulu abu dari merapi tingginya ya setinggi pohon-pohon itu. Tidak bisa dibayangkan bagaimana kondisinya. Aku langsung mengingat-ingat, berapa usiaku saat erupsi itu terjadi. Rupanya 13 tahun, mungkin saat itu aku masih asyik bermain, tidak peduli dengan bencana besar yang terjadi. Batu-batu besar yang keluar dari perut Merapi juga terlihat di sepanjang perjalanan. Lagi-lagi tidak bisa kubayangkan bagaimana kondisi hari itu.

Jeep yang kutumpangi berhenti di bekas rumah warga yang rusak akibat erupsi 2010. Kini rumah tersebut dijadikan mini museum “The House of Memory”. Di dinding rumah terdapat gambar dokumentasi erupsi Merapi tahun 2010 disertai penjelasannya. Masuk lagi ke dalam, terlihat perabot rumah tangga yang sudah tidak berbentuk, dispenser yang meleleh, hingga tulang-tulang sapi milik warga yang tewas akibat erupsi.




Selesai di The house of Memory, kami kembali melanjutkan perjalanan. Barulah aku paham konsep Lava Tour ini. Wisatawan diajak untuk berhenti di beberapa tempat sesuai track yang sudah disediakan. Aku tidak sabar untuk sampai di pemberhentian selanjutnya, namun juga menikmati serunya naik Jeep. Guide yang menemani tidak memberi tahu jumlah dan dimana saja pemberhentian yang akan dikunjungi. Ya sudah, biar menjadi kejutan.

Jeep sampai di pemberhentian berikutnya, yaitu Batu Alien. Batu Alien merupakan sebuah batu dengan ukuran sangat besar yang dikeluarkan Gunung Merapi ketika erupsi. Salah satu sisi batu alien menyerupai wajah manusia. Di sisi lainnya, batu tersebut menyerupai wajah singa. Perjalanan dilanjutkan setelah kami puas melihat Batu Alien.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar