Jumat, 20 Januari 2017

Orang-orang di Kereta


Kereta Kamandaka pukul 05.00 pagi masih kosong. Aku duduk di kursi 6A, bersebelahan dengan kursi 6B juga 6C, dan bersebrangan dengan kursi 5A, 5B, dan 5C. Seorang ibu datang membawa 2 tas. Kami berbincang sebentar. Aku tidak tahu namanya siapa.

Menjelang berangkatnya kereta, seorang ibu dan pria duduk. Napasnya ngos-ngossan takut ditinggal. Ibu yang baru datang bilang akan turun di Tegal untuk nyekar. Aku enggan bertanya nyekar siapa. Pria tadi sudah pergi waktu aku tidur, tidak tau pindah duduk kemana. Ada pramugara yang menawarkan sarapan. Ibu yang akan nyekar membeli nasi goreng dan teh hangat. Aku lapar, tapi biarlah kutahan sebentar, makanan kereta mahal-mahal.

Aku tidur lagi karena semalam baru tidur 4 jam. Bangun pukul 06.30, kereta sedang berhenti di Stasiun Slawi. Seorang balita bersama orang tuanya naik. Balita itu putih, lucu, bicaranya baru sekata dua kata. Ingin mencubit pipinya tapi takut tidak sopan. Ternyata mau turun di Stasiun Semarang Poncol juga, mau kontrol di Rumah Sakit Kariyadi.

Ibu yang sejak pertama bersamaku bertanya sakit apa. Ibu balita itu bilang masalah saluran kencing. Jadi kalau kencing terasa sakit. Balita tersebut hanya merengek ketika kencing karena belum bisa bicara. Pembicaraan terus berlangsung hingga membahas penggunaan BPJS yang menguntungkan pihak rumah sakit dan kurang cepatnya penanganan rumah sakit pada pasien yang menggunakan BPJS.

Kereta berhenti di Stasiun tegal. Ibu yang pertama bersamaku dan ibu yang akan nyekar turun. Ibu balita tadi menanyaiku mau turun dimana. Dikiranya aku ke Semarang untuk kuliah. Liburan, kataku. Seorang ibu dan seorang sepuh naik, akan berhenti di Stasiun Semarang Poncol juga. Entah mau apa di Semarang..      
Share:

1 komentar:

  1. Itu asyiknya ngetrip dengan kereta api..
    Bisa saling ngobrol akrab tanpa harus mengenal terlebih dahulu..

    BalasHapus