Senin, 06 Februari 2017

Dieng, Urusan Kita Belum Selesai

Libur semester 3 masih 1 bulan, rencana-rencana liburan meminta untuk diwujudkan. Termasuk rencanaku dengan @nurisnaini dan @alfiraputrip pergi ke Wonosobo, mengunjungi rumah @lailirizqiani dan mampir ke Dieng.

Tanggal keberangkatan sudah ditentukan, tempat destinasi sudah dipilih. Kami akan berangkat pada tanggal 1 Februari pagi, dan pada hari itu juga mengunjungi Telaga Menjer. Tanggal 2 Februari pagi-pagi sekali kami akan berangkat ke Dieng dan mengunjungi berbagai tempat wisata yang ada di sana seperti Candi Arjuna, Telaga Warna, dan Batu Ratapan Angin. Tanggal 3 Februari, kami pulang ke Purwokerto.

1 Februari pagi, Aini datang ke rumahku. Kami memang berencana pergi ke Wonosobo menggunakan motor, agar memudahkan kami mengunjungi tempat wisata. Setelah menjemput Fira di Purbalingga dan mengucap Bismillah, kami berangkat. Panjangnya Banjarnegara kita lewati dengan sabar, hingga terlihat gapura selamat datang di Wonosobo. Udara mulai berubah sejuk. Sampai di rumah Lelek kami diberi pemandangan petak-petak kebun sayur dan awan yang terasa sangat dekat dan bergerak cepat.

Setelah istirahat, kami berangkat menuju Telaga Menjer. Suasana cukup sepi karena bukan hari libur. Tiket masuk 4 orang, biaya parkir 2 motor dan menitipkan 4 helm berjumlah Rp 10.000. Di sana kami menaiki perahu untuk mengelilingi telaga dengan biaya Rp 15.000/orang. Setelah selesai berkeliling telaga menggunakan perahu, perut kami minta diisi. Tak melewatkan kesempatan, aku memesan semangkok Mie Ongklok dan Tempe Kemul khas Wonosobo.


Selamat datang di Telaga Menjer Wonosobo.
Pemandangan dari atas perahu.
2 Februari kami bangun dengan antusias. Sayangnya, cuaca tidak mendukung karena hujan deras. Rencana keberangkatan kami pada pukul 09.00 terpaksa ditunda hingga cuaca terang. Pukul 11.00, gerimis kecil. Karena sudah direncakan, kami tetap bertekad untuk pergi ke Dieng. Langit mendung memayungi perjalanan kami. Tanaman sayur di kanan dan kiri jalan menemani kami menaiki jalan yang menanjak. Tiba di gardu pandang, gerimis menderas. Kami ragu untuk melanjutkan karena angin pun bertiup kencang, padahal tempat tujuan belum kelihatan. Perjalanan ke Dieng yang dipaksakan ini terpaksa juga tidak dilanjutkan. Akhirnya kami turun dan memutuskan untuk pergi ke pusat kota saja.

Kiri ke kanan: Aini, Lelek, Nadha, Fira.
3 Februari, kami berharap masih bisa pergi ke Dieng kemudian pulang ke Purwokerto. Tetapi melihat prakiraan cuaca oleh BMKG dan kondisi tubuh yang kurang fit, kami langsung pulang ke Purwokerto.


Meski gagal mengunjungi Dieng, liburan ini tetap menyenangkan. hal-hal sederhana yang kami lakukan bersama ternyata meninggalkan kesan seperti bermain monopoli, berbincang seharian, dan menghabiskan bertoples-toples makanan ringan.



Kami merencanakan liburan bersama lainnya, semoga ada rezeki karena itulah penyebab utama gagalnya rencana liburan mahasiswa seperti kami. Aku juga berjanji pada diriku sendiri untuk datang ke Dieng entah kapan waktunya. Semoga Tuhan mengizinkan.
Share:

2 komentar:

  1. sayang banget rencana liburan ku ke dieng bulan ini batal :( padahal pengen banget ke dieng
    pengen nikmatin suasana disana sambil foto foto cantik

    BalasHapus
  2. Wah, belum sempet explore Dieng ni.. Dulu habis dari Gn. Prau rencana mau explore sana..
    Tapi sayang hujan.. hadehh

    BalasHapus