Minggu, 17 Juni 2018

Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan

Biasanya banyak pertanyaan yang muncul dari sanak saudara ketika Lebaran. 

"Kuliah di mana?" 

"Sudah semester berapa?" 

"Kapan lulus?" 

Dan kapan-kapan yang lain. Tapi, di antara semua pertanyaan-pertanyaan itu, ada satu pertanyaan yang selalu ada dan tidak pernah absen ditanyakan padaku. Bahkan pertanyaan ini bukan hanya muncul ketika lebaran saja, namun hampir setiap hari ada, yaitu perihal tinggi badan.

Kok bisa?

Oke mantap.

Aku memiliki tinggi sekitar 173 cm. Banyak orang yang beranggapan bahwa angka tersebut membuatku masuk dalam kategori 'sangat tinggi'. Dari teman yang setiap hari bertemu, sampai orang yang baru mengenalku, biasanya punya anggapan seperti itu.

Tidak ada rasa minder sih, hanya terkadang ada rasa ngga enak kalau membuat orang lain tidak nyaman. Misalnya yang paling baru, ketika sholat ied kemarin aku berdiri di sebelah perempuan, mungkin masih SMP. Ketika berdiri hendak sholat, gestur tubuhnya menunjukkan keterkejutan ketika melihatku. Kemudian ia meminta bertukar tempat dengan teman di sebelahnya. Maaf ya, dek...

Aku, mengartikan isi hati orang yang terkejut.

Tidak sekali itu saja aku mendapati kejadian serupa. Sering aku mendapati keterkejutan seseorang ketika melihatku. Tapi ya aku diam saja, biasa saja. Wong aku memang begini adanya. Nah, kalau orang-orang yang terkejut tadi memiliki keberanian lebih, biasanya mereka bertanya.

“Tinggi banget mba, berapa tingginya?”

Dengan senang hati aku jawab. kalau sudah kuberi tahu tingginya, biasanya mereka tanggapi lagi.

“Jadi polisi aja mba.”

 atau

“Jadi pramugari aja mba.”

Kalau masih penasaran juga, biasanya pertanyaan berlanjut.

“Orang tuanya tinggi ya mbak?”

Jawaban dari pertanyaan tersebut sekaligus menjawab pertanyaan dari teman-teman yang sering ditujukan padaku.

“Kamu makan apa sih nad bisa tinggi?”

atau

“Kamu suka renang ya?”

atau

“Apa sih tipsnya biar tinggi?”

Anywhere~ anytime~

Jadi, tidak ada yang istimewa dari makanan yang aku konsumsi. Normal-normal saja, tidak rutin minum susu atau makan obat peninggi badan yang dijual di instagram. Engga, engga.. Jarang olah raga, apalagi berenang. Untuk lebih jelasnya, aku lampirkan foto keluargaku saja ya jadi kalian bisa menebak sendiri  jawabannya hehe.


Sekian tentang pertanyaan yang paling sering ditanyakan. Kalau ada yang tanya lagi ya tidak apa, manusia kan memang dasarnya selalu ingin tahu. Lagipula perihal tinggi badan ini kadang bisa jadi pembuka percakapanku dengan orang-orang.

Selamat menjawab pertanyaan-pertanyaan dari keluarga besar ya!
Share:

5 komentar:

  1. Saya tidak setuju dengan "makanku ya sama dengan kalian," *eh

    BalasHapus
  2. Gercep langsung buka ni postingan wkwkk mantul penadha

    BalasHapus
  3. wkwkw aku termasuk seperti dede dede smp itu *sad* i feel you :')

    BalasHapus